Minggu, 09 Oktober 2011

Kisah Keluarga Dengan 21 Anak


Pernah terbayang punya anak berjumlah 21 orang? Toh, pasangan Masud (56) dan Halimah (46), tenang-tenang saja memiliki puluhan anak. Keluarga sederhana asal Kelurahan Jenggot, Pekalongan, ini mengaku sangat bahagia. “Masing-masing anak bawa rezeki. Semua mesti disyukuri,” kata mereka.
Saat banyak orang masih terlelap tidur, Masud sudah bangun untuk menanak nasi yang harus siap sebelum jam 06.00. Tak kurang dari 5 Kg beras yang ditanaknya. Usai itu, ia membangunkan anaknya satu persatu. Setelah salat Subuh, mandi, mereka pun makan berteman lauk sayur dan kerupuk sebelum berangkat sekolah.
“Pas makan bareng, rumah jadi seru. Piring yang ada, tidak cukup. Nampan pun dipakai. “Anak-anak makan bersama di satu nampan. Ada juga yang pakai tutup panci,” kisah Halimah .
Begitulah riuh-rendahnya rumah pasangan Masud-Halimah. Pasangan yang menikah pada 1979 ini, tak pernah membayangkan bakal dikaruniai sekian banyak anak. Hampir setiap setahun, sejak menikah di usia 15, Halimah melahirkan. “Waktu si sulung Yusron umur 6 bulan, Halimah sudah hamil lagi.” Begitu seterusnya hingga anak mereka berjumlah 21 orang.
“Saya memang enggak ikut KB. Takut ada efeknya,” kata Halimah yang selalu menggunakan jasa bidan di tiap persalinan. “Sering, sih, disuruh ikut KB oleh petugas kesahatan. Malah pernah ditegur. Tapi saya takut ikut KB,” kata Halimah.
Pernah, tutur Halimah, ia “menyerah” akan ikut KB gara-gara mengalami keguguran saat hamil anak ke-22. Apa mau dikata, detik-detik menjelang operasi, “Saya takut melihat alat-alat operasi. Apalagi, kata dokter, badan saya agak gemuk jadi prosesnya agak lama. Akhirnya saya cuma dikuret.” Kalau hamil lagi? “Ya, enggak apa-apa. Anak, kan, rezeki dari Tuhan.”


Terima Apa Adanya


Dari sekian puluh anaknya itu, sebagian sudah bisa mandiri dan membantu keuangan keluarga. “Tiga anak kami kerja di Bali, jadi perajin batik. Dua lainnya sudah kawin dan punya anak. Nah, anak-anak yang sudah mandiri, gantian membantu adik-adiknya. Khusus untuk yang sudah menikah, saya enggak mau membebani. Mereka, kan, sudah harus memikirkan rumah tangganya,” jelas Masud yang sejak dulu bekerja sebagai perajin batik.
Sebagian anaknya memang masih dalam usia sekolah. “Satu masuk SMA, tiga di SMP, empat orang di SD, dan dua belum sekolah. Dari 21 anak, ada tiga yang meninggal waktu mereka masih kecil. Total, anak kami sekarang 18, masing-masing 9 lelaki dan 9 perempuan.”
Meski memiliki sekian banyak anak, Masud mengaku berusaha memberi pendidikan sebaik-baiknya. “Tentunya sesuai kemampuan saya. Sesuai wajib belajar dari Pemerintah karena saya hanya mampu menyekolahkan anak sampai setingkat SMP. Hanya satu yang masuk SMA, itu pun atas bantuan Pak Bupati.”
Sejak dini pula anak-anak itu dilatih mandiri. Anak yang sudah besar bertugas bersih-bersih rumah, mencuci pakaian, dan mengurus adik-adik yang masih kecil. “Begitu anak-anak masuk SD, saya sudah mendidik mereka mandi sendiri. Masuk SMP, mereka sebaiknya mencuci pakaian sendiri,” kata Masud yang rumahnya kebetulan bersebelahan dengan musala sehingga bisa menanamkan pendidikan agama kepada anaknya sejak belia.
“Dengan pendidikan agama yang kuat, saya harap mereka bisa selalu bersyukur. Anak-anak saya ajari untuk menerima keadaan keluarga apa adanya. Mereka bisa terima, kok. Dikasih uang saku berapa pun, anak-anak enggak protes. Saya katakan, tak perlu banyak jajan. Kalau uang jajan banyak, yang dipikir bukan pelajaran. Syukurlah, semuanya menurut omongan orangtua. Itulah yang membuat saya tidak begitu berat meski banyak anak. Kami sekeluarga bisa saling gotong-royong,” ungkap Masud yang bersama keluarga pernah tinggal di Bali.

(Renungan) Relakah Jasadmu Tidak Dimandikan dan Tidak Dishalati..


Besok, semua jiwa akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya Semua orang akan menuai apa yang selama ini ditanamnya.
Kalau mereka berbuat baik, kebajikan itu akan kembali kepada mereka Dan kalau mereka berbuat jahat, kejahatan itu juga kembali kepada mereka
Rambut sudah beruban. Umurku sudah lebih dari lima puluh tahun. Meskipun aku masih gemar membaca, tetapi waktuku sudah demikian sempit. Kemilau dunia telah merebut kenikmatan membaca yang kumiliki. Itu anakku datang. Dan itu lagi, cucuku yang tidak pernah membosankan dilihat.
Kehidupan berjalan sebagaimana yang aku harapkan. Tidak terkeruhkan oleh suatu apapun..
Tibalah akhir hari Kamis.. Setelah satu hari yang panjang, penuh dengan kunjungan dan bersuka ria. Aku meninggalkan anak-anak dan cucu-cucuku. Hati kecilku berteriak. Sungguh mengherankan dunia ini. Ada pertemuan, ada perpisahan. Semuanya akan pergi. Meninggalkan atau ditinggalkan. Pikiran apa ini? Dengan cepat, aku menengok ke kiri dan ke kanan. Oh, ada setumpuk buku-buku tipis dengan ukuran kecil pula yang lama mataku tertuju kepadanya..
Tidak diragukan lagi, pasti putriku yang paling bungsu telah meletakkannya di sini. Ia selalu menghadiahkannya kepadaku dari waktu ke waktu, dan menganjurkanku untuk membacanya…
“Dzikir pagi dan petang”. Buku “Bekal Muslim Sehari-hari”. Apa lagi yang lain? Ada sebuah buku kecil, tidak lebih dari empat lembar. Hanya membutuhkan tidak lebih dari empat menit membacanya. Aku segera mengambilnya, dan dengan segera pula aku menamatkan bacaannya. Tiba-tiba aku merasa pusing. “Aku tidak dimandikan? Tidak dikafani? Tidak pula dishalatkan? Bahkan tidak boleh dikuburkan bersama kaum muslimin?
Bagaimana sesudahnya? Aku sudah berusia lima puluhan tahun. Begitukah hidupku akan berakhir?
Tidak. Ternyata masih ada lagi bacaan tersisa, akan aku ulangi lagi membacanya, namun dengan rinci:
Buku itu berjudul: “Hukum Bagi Orang yang Meninggalkan Shalat.” [1]
Ringkasnya, bahwa orang yang meninggalkan shalat adalah kafir. Aku bertanya kepada diriku sendiri: “Apakah aku kafir? Apakah setelah berumur sekian… Aku mendapatkan gelar tersebut?” Hanya kebisuan yang panjang..
Kenapa tidak kafir? Bukankah aku selalu meninggalkan shalat? Aku mendengar berbagai konsekuensi hukum bagi orang yang meninggalkan shalat.
Pertama: Tidak sah nikahnya. Bila ia menikah, sementara ia tidak shalat, maka nikahnya adalah batal. Si istri tidak halal baginya.
Yang kedua: Bila ia meninggalkan shalat setelah menikah, maka nikahnya dibatalkan (di-fasakh), dan si istri sudah tidak halal lagi baginya.
Yang ketiga: Orang yang meninggalkan shalat itu, bila menyembelih hewan, sembelihannya tidak boleh dimakan. Kenapa? Karena sembelihan itu haram. Padahal bila disembelih oleh orang Yahudi atau Nashrani, sembelihannya boleh dimakan.
Yang keempat: Tidak dibolehkan masuk Mekah atau batas tanah Al-Haram.
Yang kelima: Bila salah seorang kerabatnya meninggal dunia, ia tidak memiliki hak warisan.
Yang keenam: Bila meninggal, ia tidak boleh dimandikan, dikafani dan dishalatkan. Juga tidak boleh dikuburkan bersama kaum muslimin. Lalu apa yang dilakukan dengan mayitnya?
Digotong ke tengah padang pasir, dibuatkan lubang lalu dikuburkan bersama pakaiannya. Karena ia tidak memiliki kehormatan. Oleh sebab itu, tidak halal bagi seseorang yang di antara anggota keluarganya ada yang meninggal, sementara ia tahu bahwa orang yang meninggal itu tidak shalat, lalu menyerahkannya kepada kaum muslimin untuk dishalatkan.
Aku bagaikan hidup di alam mimpi… Aku meletakkan buku itu di sampingku. Aku mengangkat tanganku ke atas kepala dan menekannya dengan kuat. Jatuhlah satu helai uban… Aku memandanginya: apakah setelah aku beruban, aku tidak dimandikan dan tidak akan dikafani… bahkan juga tidak dishalatkan?
Inikah akhir dari segalanya? Inikah hasil dari yang kukumpulkan dari dunia ini?
Allah… sebuah kata yang keluar dari lubuk hatiku dengan tekanan penuh… Inikah akhir dari segalanya?
Di manakah kita telah berbuat keteledoran? Tidak diragukan lagi, bahwa aku sungguh telah berbuat kelalaian, bahkan terlalu meremehkan… Tetapi masalahnya, lima puluh tahun. Aku tidak pernah mendapatkan orang yang menasehati diriku seperti itu! Bagaimana ini? Tanggung jawab siapa ini?
Aku mencuci hari-hari yang buruk dengan air mata taubat. Aku berjanji kepada diriku sendiri untuk menjadi penasihat bagi setiap orang yang melakukan kesalahan…
Aku pun berdiri untuk shalat… Aku akan dishalatkan, dan insya Allah akan dikuburkan bersama kaum muslimin…
Catatan kaki:

Cerita Serem di perkemahan

Kejadian ini yg ngalamin tetangga ku arif…
Saat itu dia lagi ikut acara perkemahan yg diadain sama sekolahnya di salah satu bumi perkemahan yang lokasinya di Kabupaten Semarang.
Singkatnya, malam terakhir dr 2 hari yg di jadwalkan, di gelar acara jerit malam. Setiap regu terdiri dr 3 orang yg nantinya mereka akan di suruh utk berjalan melewati rute yg telah di tentukan oleh para pembina, di remangnya suasana malam tanpa di dampingi oleh pembina dan akan melewati pos2 penjagaan utk memenuhi persyaratan yg telah di tentukan. Semua regu bersiap satu persatu utk melakukan rutinitas tsb. Hingga tiba giliran regu si arif. Dgn di dampingi ke2 temennya, dia mulai melangkah melewati rute yg telah di tentukan. Ketika sampe di pos pertama, masing2 dr mereka di minta utk membubuhkan tanda tangan diatas tempat yg telah di tentukan. Ternyata tempat yg di maksud adalah sebuah pocong jadi-jadian yg sedang tertidur di atas sebuah makam jadi2an pula. Nah, ketika masuk ke pos inilah, mereka pada ketakutan krn hrs membubuhkan tanda tangan di atas tubuh tu pocong. Bahkan saking ketakutannya, sampe2 salah satu temen si arif [sebut aja si D] minta agar di wakilkan utk tanda tangan. Tiba2 ada suara bilang, ga boleh di wakilkan. Hrs tanda tangan sendiri. Mendengar ini, si D yg takut tadi malah smkn gemetaran. Stlh berhasil membubuhkan tanda tangan, mereka spontan lari meninggalkan tuh pos.
Kurang lebih 20 meter dr pos, mereka berhenti dgn nafas tersengal2. Ternyata apa yg mereka alami belum selesai. Di antara pepohonan, mereka melihat lagi sebuah pocong yg sedang berdiri membelakangi mereka. Krn ga mau di kerjain dua kali, si arif yg terkenal iseng ini sgr mengambil batu dan tanpa berpikir panjang langsung melempar batu ke arah si pocong. Lho, itu melesat apa tembus ya? tanya arif pada kedua temennya. Krn msh ga yakin, di ambilnya batu sekali lagi dan di lemparnya ke arah si pocong. Weks!! kaget mereka. Ternyata tembus!! belum sempet berpikiran yg lain, eh si pocong ini malah nengok ke arah mereka sambil nyengir memperlihatkan wajah dan giginya yg indah. Tanpa di komando, mereka lari lagi utk yg kedua kalinya tanpa berhenti sampe di pos kedua. Sblm sampe di pos kedua, si D yg penakut ini merasa ingin buang air kecil. Stlh ketemu kamar mandi, mereka rame2 menuju ke sana. Krn penakut, si D ini minta di temenin sampe masuk ke dalam. Krn arif dan temennya yg satu ga mau, akhirnya mereka sepakat utk si D kencing dgn posisi pintu terbuka. Tapi sblm masuk kekamar mandi, si D yg penakut ini mendengar ada suara org menangis. Krn kurang yakin dgn pendengarannya, dia nanya ke si arif dan temen satunya. Eh, kalian denger ga? tanyanya. Iya, gue denger, jawab si arif. Begitu juga gue, jawab temen satunya. Akhirnya mereka bertiga mencoba mencari asal suara. Ternyata suara berasal dr kamar mandi sebelah. Ketika pintu di buka, terlihat seorang wanita sedang jongkok sambil menangis. Mbak, ada apa kok nangis, bisa di bantu mbak? tanya si arif kepada wanita tsb mewakili temen2nya. Wanita ini kmdn diem dan langsung berdiri. Belum sempet menanyakan pertanyaan selanjutnya, wanita ini langsung balik badan. Gila!!! ketika balik badan inilah, mereka melihat wajah si wanita yg sdh hancur dgn di penuhi darah dan belatung yg bergelantungan di wajah serta sebagian dadanya yg rusak bersimbah darah. Tangisan yg tadi terdengar berubah menjadi tawa panjang yg menyeramkan. Mereka hanya bisa ternganga mematung menyaksikan pemandangan itu. Bahkan si D sampe terkencing2 di celana, hingga hampir jatuh pingsan. Dgn berbekal kesadaran yg ada, mereka berdua berlari dgn menyeret si D meninggalkan tempat itu………

Pentingnya Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari-Hari - Pengertian Arti Definisi, Manfaat Dan Masalah


Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
Selain itu dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi yang baik sangat penting untuk berinteraksi antar personal maupun antar masyarakat agar terjadi keserasian dan mencegah konflik dalam lingkungan masyarakat.Dalam hubungan bilateral antar negara diperlukan juga komunikasi yang baik agar hubungan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Contoh Manfaat komunikasi adalah dalam hubungan bilateral antar negara, seperti yang terjadi antara Indonesia dengan Malaysia. Dengan adanya komunikasi yang terjalin dengan baik maka timbul kerjasama dalam berbagai bidang yang mana berdampak positif bagi kedua negara tersebut.
Sebaliknya, Miss Communication (terjadinya kesalahan dalam salah satu proses komunikasi) akan menyebabkan tidak tercapainya tujuan atau misi yang hendak di capai. Seperti yang terjadi dalam hubungan Indonesia dengan Australia, dimana pihak Australia menganggap pernyataan Indonesia mengenai “Negara Bebas Teroris” di terjemahkan oleh Australia sebagai “Indonesia Gudang Teroris”. Hal ini menyebabkan dampak yang kurang baik dalam hubungan kedua negara tersebut.
Dari kedua contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa komunikasi sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Contoh lain dalam pendidikan seperti hubungan dosen dengan mahasiswa,dengan adanya komunikasi,maka kegiatan belajar- mengajar akan berlangsung dengan baik dan lancar.

Saat Mudik ke Kampung Halaman "Padang Sidempuan"

Suasana hijau dan asri menjadi ciri khas di kampung halaman kuu..
Tumbuhan  yang rindang, ladang yang luas menjadi pemandangan ku saat berada di kampng halaman,.tak luput juga hewan ternak yang sedang mencari makan di kebun,..Masyarakat yang ramah membuat ku rindu untuk segera pulang ke kampung halaman kuu...





Saat pertengahan bulan Ramadhan tiba, aku sudah tidak sabar lagi untuk mudik ke kampng halamanku. Dan aku sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk keperluan mudik nanti. Dan pada saat H-5 lebaran pukul 08.00 WIB aku pun berangkat dari kota Medan menuju kampung halamnku Desa Pudun Jae Padang Sidempuan. Saat di perjalanan aku sangat menikmati indahnya pemandangan yang hijau dan asri membuat ku semakin ingin cepat-cepat sampai di rumah.


Saat pukul 16.00 WIB aku pun tiba di rumah ku yang sangat aku rindukan, disana aku langsung disambut keluargaku dengan gembira, aku pun langsung menyalami semua yang ada di rumah dan memeluk kedua orang tuaku, habis itu aku dan adik ku langsung pergi ke sungai untuk mandi.






Aku senang sekali bisa mandi di sungai lagi seperti dulu,karna di kota Medan sudah tidak ada lagi sungai yang bersih, semuanya sudah tercemar. Airnya yang jernih dan dingin serta suasana yang hijau dan asri membuat ku ingin berlama-lama di sungai., tapi tidak terasa hari sudah hampir malam, aku dan adik ku pun harus segera pulang.

Ke esokan harinya saya bangun pagi-pagi dan berolahraga di sekitar rumah sambil menikmati pemandangan yang hijau dan asri, betapa indahnya desa ku, penduduk nya juga ramah tamah yang membuatku selalu ingin berada disini.

Tidak terasa lebaran pun tiba, saya dan keluarga pun bersalam-salaman meminta maaf dan bersilaturahmi ke tetangga-tetangga, senangnya hatiku bisa berlebaran di kampung halamanku kali ini, karena sudah 2 tahun saya tidak mudik saat lebaran.

Hari demi hari ku lalui di desaku tercinta dan tidak terasa sudah H+5 lebaran, saat nya saya untuk segera balik ke kota Medan untuk menjalankan tugas-tugas saya di sana. Rasanya saya tidak ingin jauh-jauh dari desa ini, tapi harus bagaimana lagi.... :)

Cara Penggunaan Data dan Variabel Pada Visual Basic 6

1. Mengenal Data dan Variabel
Ketika seorang user (pengguna) menggunakan sebuah program komputer, seringkali komputer
memintanya untuk memberikan informasi. Informasi ini kemudian disimpan atau diolah oleh komputer.
Informasi inilah yang disebut dengan DATA.

2. Visual Basic 6 mengenal beberapa type data, antara lain :
􀂃 String adalah type data untuk teks (huruf, angka dan tanda baca).
􀂃 Integer adalah type data untuk angka bulat.
􀂃 Single adalah type data untuk angka pecahan.
􀂃 Currency adalah type data untuk angka mata uang.
􀂃 Date adalah type data untuk tanggal dan jam.
􀂃 Boolean adalah type data yang bernilai TRUE atau FALSE.
Data yang disimpan di dalam memory komputer membutuhkan sebuah wadah. Wadah inilah yang
disebut dengan VARIABEL. Setiap variabel untuk menyimpan data dengan type tertentu membutuhkan
alokasi jumlah memory (byte) yang berbeda.
Variabel dibuat melalui penulisan deklarasi variabel di dalam kode program :
Dim <nama_variabel> As <type_data>
Contoh : Dim nama_user As String
Aturan di dalam penamaan variabel :
􀂃 Harus diawali dengan huruf.
􀂃 Tidak boleh menggunakan spasi. Spasi bisa diganti dengan karakter underscore (_).
􀂃 Tidak boleh menggunakan karakter-karakter khusus (seperti : +, -, *, /, <, >, dll).
􀂃 Tidak boleh menggunakan kata-kata kunci yang sudah dikenal oleh Visual Basic 6 (seperti : dim, as,
string, integer, dll).
Sebuah variabel hanya dapat menyimpan satu nilai data sesuai dengan type datanya. Cara mengisi nilai
data ke dalam sebuah variabel :
<nama_variabel> = <nilai_data>
Contoh : nama_user = “krisna”
Untuk type data tertentu nilai_data harus diapit tanda pembatas. Type data string dibatasi tanda petikganda
: “nilai_data”. Type data date dibatasi tanda pagar : #nilai_data#. Type data lainnya tidak perlu
tanda pembatas.
Sebuah variabel mempunyai ruang-lingkup (scope) dan waktu-hidup (lifetime) :
􀂃 Variabel global adalah variabel yang dapat dikenali oleh seluruh bagian program. Nilai data yang
tersimpan didalamnya akan hidup terus selama program berjalan.
􀂃 Variabel lokal adalah variabel yang hanya dikenali oleh satu bagian program saja. Nilai data yang
tersimpan didalamnya hanya hidup selama bagian program tersebut dijalankan.
Variabel yang nilai datanya bersifat tetap dan tidak bisa diubah disebut KONSTANTA. Penulisan
deklarasi konstanta di dalam kode program.

3. Contoh Const
Const <nama_kontanta> As <type_data> = <nilai_data>
Contoh : Const tgl_gajian As Date = #25/09/2003#
1.2 Contoh Program : Variabel Test
Aktifkan VB 6 melalui tombol Start.
Buka kembali project Latihan.vbp.
Tambahkan Form baru ke dalam Project.
Pada Jendela Form buatlah UI seperti ini :
(Gunakan komponen CommandButton dan Label)
Pengaturan property setiap object-nya adalah sebagai berikut :
Object Properties Value
Form3 Caption
StartUpPosition
Variabel Test
2 – CenterScreen
Command1-3 Caption Test 1
Test 2
Test 3
Label1-3 BackColor
Caption
Palette : <putih>
<kosong>
Buka Jendela Code dan pada bagian Code Editor ketikkan kode programnya sebagai berikut :
Dim test2 As Integer
Private Sub Command1_Click()
Dim test1 As String
test1 = "nusantara"
Label1.Caption = test1
Label2.Caption = test2
Label3.Caption = test3
End Sub

4. Private Sub Command2_Click()
test2 = 10
Label1.Caption = test1
Label2.Caption = test2
Label3.Caption = test3
End Sub
Private Sub Command3_Click()
Const test3 As Single = 90.55
Label1.Caption = test1
Label2.Caption = test2
Label3.Caption = test3
End Sub
Simpan Form3 (nama file : Lat3.frm).
Klik menu Project > Project1 Properties lalu klik tab General. Gantilah Startup Object-nya menjadi
Form3.
Coba jalankan Project1. Perhatikan sifat variabel global, variabel lokal dan konstanta !
Klik Tombol Nilai Var. Test1 Nilai var. Test2 Nilai Var. Test3
Test1 nusantara Kali Pertama : 0
Berikutnya : 10
<kosong>
Test2 <kosong> 10 <kosong>
Test3 <kosong> 10 90,55
1.3 Penjelasan Kode Program
Kode Program Deskripsi
Dim test2 As Integer
Private Sub Command1_Click()
Dim test1 As String
Variabel test2 dideklarasikan untuk data bertype
integer sebagai variabel global sehingga bisa
digunakan oleh semua blok kode program.
Catatan : setiap variabel global harus selalu
dideklarasikan pada bagian atas kode program -
pastikan Object Selector berisi (General) dan
Event Selector berisi (Declarations).
Bila user meng-klik tombol Test1 :
Variabel test1 dideklarasikan untuk data bertype
string sebagai variabel lokal khusus untuk blok
kode Command1_Click.
Catatan : setiap variabel lokal dideklarasikan
pada bagian dalam blok kode program tertentu.
Blok kode program disebut procedure (akan
dibahas dalam bab khusus).

5. Test1 = "nusantara"
Label1.Caption = test1
Label2.Caption = test2
Label3.Caption = test3
End Sub
Private Sub Command2_Click()
test2 = 10
Label1.Caption = test1
Label2.Caption = test2
Label3.Caption = test3
End Sub
Private Sub Command3_Click()
Const test3 As Single = 90.55
Label1.Caption = test1
Label2.Caption = test2
Label3.Caption = test3
End Sub
Variabel test1 diisi dengan data nusantara (string).
Ingat tanda “…” sebagai pembatas.
Tampilkan isi variabel test1, test2 dan test3 pada
Label1, Label2 dan Label3.
􀂃 Label1 akan menampilkan teks nusantara,
karena variabel test1 berisi nusantara.
􀂃 Label2 akan menampilkan angka 0, karena
variabel test2 belum ada isinya. Variabel test2
boleh digunakan karena bersifat global.
􀂃 Label3 tidak menampilkan apa-apa (kosong),
karena variabel test3 hanya bersifat lokal
untuk blok kode Command3_Click.
Bila user meng-klik tombol Test2 :
Variabel test2 diisi dengan data 10 (integer).
Variabel test2 boleh diisi/diganti isinya karena
bersifat global.
Tampilkan isi variabel test1, test2 dan test3 pada
Label1, Label2 dan Label3.
􀂃 Label1 tidak menampilkan apa-apa (kosong),
karena variabel test1 hanya bersifat lokal
untuk blok kode Command1_Click.
􀂃 Label2 akan menampilkan angka 10, karena
variabel test2 isinya angka 10.
􀂃 Label3 tidak menampilkan apa-apa (kosong),
karena variabel test3 hanya bersifat lokal
untuk blok kode Command3_Click.
Bila user meng-klik tombol Test3 :
Variabel test3 dideklarasikan sekaligus diisi
dengan data 90,55 (single) – sebagai konstanta.
Tampilkan isi variabel test1, test2 dan test3 pada
Label1, Label2 dan Label3.
􀂃 Label1 tidak menampilkan apa-apa (kosong),
karena variabel test1 hanya bersifat lokal
untuk blok kode Command1_Click.
􀂃 Label2 akan menampilkan angka 10, karena
variabel test2 isinya masih angka 10. Variabel
test2 boleh digunakan karena bersifat global.
􀂃 Label3 akan menampilkan angka 90,55,

6. Scope dan LifeTime masing-masing variabel :
Untuk membuktikan bahwa nilai data sebuah konstanta bersifat tetap, modifikasi kode program sbb :
Private Sub Command3_Click()
Const test3 As Single = 90.55
test3 = 50.22
Label1.Caption = test1
Label2.Caption = test2
Label3.Caption = test3
End Sub
Perhatikan : penulisan angka pecahan (single) pada kode program tetap menggunakan tanda titik (.)
meskipun regional setting komputernya sudah Indonesia. Bila tidak akan muncul pesan error.
Coba jalankan Project1, kemudian klik tombol Test 3. Akan muncul pesan error :
Klik OK, kemudian stop programnya dengan meng-klik tombol End pada
Toolbar.
Agar program tetap berjalan tanpa harus menghapus kode program yang
salah, maka tambahkan tanda petik-tunggal (‘) di depan kode program
yang salah tersebut (contoh : ‘test3 = 50.22). Teks setelah tanda petiktunggal
oleh Visual Basic 6 diartikan sebagai komentar dan tidak akan
di-eksekusi ketika program berjalan.
<program>
Private Sub Command1_Click()
End Sub
Private Sub Command2_Click()
End Sub
Private Sub Command3_Click()
End Sub
test1
test2
test3

7
Visual Basic 6 membolehkan sebuah variabel tidak dideklarasikan terlebih dahulu (dengan perintah Dim
atau Const), tetapi hal ini akan membuat error pada kode program agak sulit dilacak. Jadi, sebaiknya
setiap variabel selalu dideklarasikan (baik yang lokal maupun global). Agar dapat diketahui variabel
mana yang belum dideklarasikan, pada bagian atas kode program tambahkan perintah berikut :
Option Explicit
Coba jalankan Project1, kemudian klik tombol Test 1. Akan muncul pesan error :
Klik OK, kemudian stop programnya dengan meng-klik tombol End pada
Toolbar.

Cara Menggunakan Event dan Method Pada Visual Basic 6

1. Membuat User Interface (UI)
Aktifkan VB 6 melalui tombol Start.
Buka kembali project Latihan.vbp :
􀂃 Klik tab Existing.
􀂃 Pilih folder masing-masing pada bagian Look in.
􀂃 Pilih file Latihan.vbp.
􀂃 Klik tombol Open.
Tambahkan Form baru ke dalam Project :
􀂃 Klik menu Project > Add Form.
􀂃 Klik tab New dan pilih Form.
􀂃 Klik tombol Open.
Pada Jendela Form buatlah UI seperti ini :
(Gunakan komponen ListBox, ComboBox dan CommandButton)

2. Pengaturan property setiap object-nya adalah sebagai berikut :
Object Properties Value
Form2 Caption
StartUpPosition
Method Test
2 – CenterScreen
List1 - -
Combo1 - -
Command1 Caption Add
Command2 Caption Delete
Command3 Caption Clear

3. Menulis Kode Program : Method Test
Pada bagian Code Editor ketikkan kode programnya sebagai berikut :
Private Sub Form_Load()
Combo1.AddItem "Umar"
Combo1.AddItem "Salman"
Combo1.AddItem "Halimah"
Combo1.AddItem "Shafira"
End Sub
Private Sub Command1_Click()
List1.AddItem Combo1.Text
End Sub
Private Sub Command2_Click()
List1.RemoveItem List1.ListIndex
End Sub
Private Sub Command3_Click()
List1.Clear
End Sub
Simpan Form2 (nama file : Lat2.frm).
Klik menu Project > Project1 Properties lalu klik tab General. Gantilah Startup Object-nya menjadi
Form2 :
Keterangan : Startup Object menentukan object mana yang
muncul setiap kali sebuah project dijalankan.

4. Coba jalankan Project1 :
􀀹 Untuk menambah isi ListBox : pilih “Umar” di dalam ComboBox kemudian klik tombol Add.
Ulangi untuk nama-nama yang lain secara acak.
􀀹 Untuk menghapus salah satu isi ListBox : pilih “Shafira” di dalam ListBox kemudian klik tombol
Delete.
􀀹 Untuk menghapus semua isi ListBox : klik tombol Clear.
Penjelasan kode program :
Private Sub Form_Load()
Combo1.AddItem "Umar"
Combo1.AddItem "Salman"
Combo1.AddItem "Halimah"
Combo1.AddItem "Shafira"
End Sub
Pada saat Form2 di-load ke dalam memori komputer, object Combo1 diisi dengan beberapa nama.
Private Sub Command1_Click()
List1.AddItem Combo1.Text
End Sub
Ketika seorang user meng-klik tombol Add (object Command1) maka isi object List1 ditambah sesuai
dengan isi object Combo1 yang sudah dipilih.
Private Sub Command2_Click()
List1.RemoveItem List1.ListIndex
End Sub
Ketika seorang user meng-klik tombol Delete (object Command2) maka isi object List1 yang dipilih
akan dihapus. Catatan : bila belum ada isi yang dipilih akan terjadi error.
Private Sub Command3_Click()
List1.Clear
End Sub
Ketika seorang user meng-klik tombol Clear (object Command3) maka semua isi object List1 akan
dihapus.

5. Penulisan (Syntax)
Cara penulisan (syntax) kode program untuk menggunakan method dari sebuah object adalah sebagai
berikut :
nama_object.method [argument]
Perhatikan, setelah Anda mengetikkan tanda titik (dot) dibelakang nama_object maka VB 6 akan
menampilkan daftar property dan method yang dimiliki oleh nama_object :
Fasilitas ini akan membantu Anda agar tidak salah mengetikkan nama_object maupun method-nya.
Komponen ComboBox dan ListBox memiliki beberapa method untuk mengatur isi (item) di dalamnya,
yaitu :
􀂃 AddItem – method ini akan menambah isi sesuai dengan argument yang diberikan berupa tulisan.
Setiap kali ada isi yang ditambahkan akan diberikan nomer index secara otomatis dimulai dari 0
(nol).
Contoh :
Combo1.AddItem “Umar” 􀃆 “Umar” adalah argument sebagai isi yang akan ditambahkan
ke dalam object Combo1.
List1.AddItem Combo1.Text 􀃆 property Text dari object Combo1 adalah argument
sebagai isi yang akan ditambahkan ke dalam object List1.
􀂃 RemoveItem – method ini akan menghapus isi sesuai dengan argument yang diberikan berupa
nomer index dari isi yang dipilih. Setiap kali ada isi yang dihapus maka nomer index akan disusun
ulang secara otomatis. Bila isinya tidak ada (kosong) nomer index-nya adalah –1.
Contoh :
List1.RemoveItem List1.ListIndex 􀃆 property ListIndex dari object List1 adalah argument
sebagai nomer index isi yang akan dihapus.
􀂃 Clear – method ini akan menghapus semua isi (tidak membutuhkan argument).
Contoh :
List1.Clear 􀃆 semua isi object List1 akan dihapus.

Cara Menggunakan Event dan Property Pada Visual Basic 6

1.1 Membuat User Interface (UI)
Aktifkan VB 6 melalui tombol Start.
Kenali jenis-jenis komponen (control) yang ada di dalam bagian ToolBox :

2. Pada Jendela Form buatlah UI
Cara membuatnya :
Klik komponen Label di dalam ToolBox kemudian “gambar” object Label1 di dalam Form dengan cara drag-drop. Lakukan langkah yang sama untuk object Label2. Object Text1 di-“gambar” menggunakan
komponen TextBox, sedangkan object Command1 dan Command2 menggunakan komponen Command
Button.

1.2 Mengatur Property Object
Kenali bagian-bagian di dalam Jendela Properties :
TextBox
Label
Command Button
Object Selector
Property and Value List
Property Description

3. Melalui Jendela Properties atur property setiap object sebagai berikut :
Object Properties Value
Form1 Caption
StartUpPosition
Property Test
2 – CenterScreen
Label1 Caption Tuliskan nama Anda :
Text1 - -
Label2 Alignment
BackColor
Font
2 – Center
Palette: <putih>
Size: 24
Command1 Caption OK
Command2 Caption Selesai

1.3 Menulis Kode Program : Property Test
Buka Jendela Code dan kenali bagian-bagian di dalamnya :
Program yang berbasis Windows bersifat event-driven, artinya program bekerja berdasarkan event yang
terjadi pada object di dalam program tersebut. Misalnya, jika seorang user meng-klik sebuah tombol
maka program akan memberikan “reaksi” terhadap event klik tersebut. Program akan memberikan
“reaksi” sesuai dengan kode-kode program yang dibuat untuk suatu event pada object tertentu.
Pilih object Command1 pada bagian Object Selector. Secara otomatis pada bagian Code Editor akan
muncul blok kode program berikut :
Private Sub Command1_Click()
End Sub
Event Selector
Code Editor
Object Selector

4. Event Click
 Merupakan event default (standar) dari object Command1, Anda bisa melihat event lainnya
pada bagian Event Selector.
Pada bagian Code Editor ketikkan kode programnya sebagai berikut :
Private Sub Command1_Click()
Label2.Caption = Text1.Text
End Sub
Private Sub Command2_Click()
End
End Sub
Simpan Project1 (nama file : Latihan.vbp) dan Form1 (nama file : Lat1.frm). VB 6 akan menyimpan
program yang Anda buat ke dalam beberapa file yang saling terkait, antara lain : file project (*.vbp), file
form (*.frm) dan file module (*.bas).
Coba jalankan Project1 dengan meng-klik tombol Start ( ) pada bagian Toolbar atau tekan tombol
F5 pada keyboard. Ketikkan “Salman” di dalam TextBox kemudian klik tombol OK. Maka akan tampil
hasil sebagai berikut :
Bila ingin keluar klik tombol Selesai.
Penjelasan kode program :
Berikut diberikan penjelasan bagaimana cara kerja program sederhana di atas
Private Sub Command1_Click()
Label2.Caption = Text1.Text
End Sub
Ketika seorang user meng-klik tombol OK (object Command1) maka isi tulisan pada object Label2 akan
sama dengan isi tulisan pada object Text1. Property Caption pada obyek Label2 digunakan untuk
menampilkan text tertentu di obyek tersebut.
Selanjutnya untuk keluar dari program dituliskan kode berikut :
Private Sub Command2_Click()
End
End Sub

5. Klik Tombol Selesai (Object Command2)
Ketika seorang user meng-klik tombol Selesai (object Command2) maka program akan berhenti.
Perintah End digunakan untuk menutup program.
Menampilkan tulisan merupakan salah satu property yang dimiliki oleh komponen Label. Property isi
tulisan pada komponen Label adalah Caption, sedangkan pada komponen Textbox adalah Text.
Cara penulisan (syntax) kode program untuk mengatur property sebuah object adalah sebagai berikut :
nama_object.property = value
Perhatikan, setelah Anda mengetikkan tanda titik (dot) dibelakang nama_object maka VB 6 akan
menampilkan daftar property dan method yang dimiliki oleh nama_object :
Fasilitas ini disebut Intellisense, dan sangat membantu Anda agar tidak salah mengetikkan nama_object
maupun property-nya.

1.4 Modifikasi Kode Program
Ubah tampilan UI-nya menjadi seperti ini :
(Tambahkan komponen Frame, OptionButton dan CheckBox)
Atur property object-object tambahannya sebagai berikut :
Object Properties Value
Frame1 Caption Pilihan :
Option1 Caption Biru
Option2 Caption Merah
Check1 Caption Tebal
Check2 Caption Miring

6. Obyek Frame 1
Obyek Frame1 harus dibuat terlebih dahulu si form, dan selanjutnya obyek Option dan Check dibuat di
dalam Frame1 tersebut. Tujuan pembuatan berbagai pilihan tersebut adalah memperkenalkan pada Anda
fasilitas Option dan CheckBox yang digunakan untuk membuat pilihan dalam aplikasi.
Tambahkan kode programnya sebagai berikut :
Private Sub Option1_Click()
Label2.ForeColor = vbBlue
End Sub
Private Sub Option2_Click()
Label2.ForeColor = vbRed
End Sub
Private Sub Check1_Click()
Label2.FontBold = Check1.Value
End Sub
Private Sub Check2_Click()
Label2.FontItalic = Check2.Value
End Sub
Simpan kembali Form1, kemudian coba jalankan Project1 dan lihat hasilnya.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Sejarah Dan Perkembangan Visual Basic


Sejarah
Bill Gates, pendiri Microsoft, memulai bisnis perangkat lunak dengan mengembangkan interpreter bahasa Basic untuk Altair 8800, untuk kemudian ia ubah agar dapat berjalan di atas IBM PC dengan sistem operasi DOS. Perkembangan berikutnya ialah diluncurkannya BASICA (basic-advanced) untuk DOS. Setelah BASICA, Microsoft meluncurkan Microsoft QuickBasic dan Microsoft Basic (dikenal juga sebagai Basic Compiler).
Visual Basic adalah pengembangan dari bahasa komputer BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code). Bahasa BASIC diciptakan oleh Professor John Kemeny dan Thomas Eugene Kurtz dari Perguruan Tinggi Dartmouth pada pertengahan tahun 1960-an.Bahasa program tersebut tersusun mirip dengan bahasa Inggris yang biasa digunakan oleh para programer untuk menulis program-program komputer sederhana yang berfungsi sebagai pembelajaran bagi konsep dasar pemrograman komputer.
Sejak saat itu, banyak versi BASIC yang dikembangkan untuk digunakan pada berbagai platform komputer, seperti Microsoft QBASIC, QUICKBASIC, GWBASIC, IBM BASICA, Apple BASIC dan lain-lain.
Apple BASIC dikembangkan oleh Steve Wozniak, mantan karyawan Hewlett Packard dan teman dekat Steve Jobs (pendiri Apple Inc.).Steve Jobs pernah bekerja dengan Wozniak sebelumnya (mereka membuat game arcade “Breakout” untuk Atari). Mereka mengumpulkan uang dan bersama-sama merakit PC, dan pada tanggal 1 April 1976 mereka secara resmi mendirikan perusahaan komputer Apple. Popularitas dan pemakaian BASIC yang luas dengan berbagai jenis komputer turut berperan dalam mengembangkan dan memperbaiki bahasa itu sendiri, dan akhirnya berujung pada lahirnya Visual Basic yang berbasis GUI (Graphic User Interface) bersamaan dengan Microsoft Windows. Pemrograman Visual Basic begitu mudah bagi pemula dan programer musiman karena ia menghemat waktu pemrograman dengan tersedianya komponen-komponen siap pakai.
Hingga akhirnya Visual Basic juga telah berkembang menjadi beberapa versi, sampai yang terbaru, yaitu Visual Basic 2010. Bagaimanapun juga Visual Basic 6.0 tetap menjadi versi yang paling populer karena mudah dalam membuat programnya dan ia tidak menghabiskan banyakmemori.
Sejarah BASIC di tangan Microsoft sebagai bahasa yang diinterpretasi (BASICA) dan juga bahasa yang dikompilasi (BASCOM) membuat Visual Basic diimplementasikan sebagai gabungan keduanya. Programmer yang menggunakan Visual Basic bisa memilih kode bahasa pemrograman yang dikompilasi atau kode yang harus bahasa pemrograman yang diinterpretasikan sebagai hasil porting dari kode VB.Sayangnya, meskipun sudah terkompilasi jadi bahasa mesin, DLL bernama MSVBVMxx.DLL tetap dibutuhkan. Namun karakteristik bahasa terkompilasi tetap muncul (ia lebih cepat dari kalau kita pakai mode terinterpretasi).

Perkembangan Visual Basic

Visual Basic 1.0 dikenalkan pada tahun 1991. Konsep pemrograman dengan metode drag-and-drop untuk membuat tampilan aplikasi Visual Basic ini diadaptasi dari prototype generator form yang dikembangkan oleh Alan Cooper dan perusahaannya, dengan nama Tripod. Microsoft kemudian mengontrak Cooper dan perusahaannya untuk mengembangkan Tripod menjadi sistem form yang dapat diprogram untuk Windows 3.0, di bawah kode nama Ruby.
Tripod tidak memiliki bahasa pemrograman sama sekali. Ini menyebabkan Microsoft memutuskan untuk mengkombinasikan Ruby dengan bahasa pemrograman Basic untuk membuat Visual Basic.


Dari waktu ke waktu

  • Proyek Thunder dimulai.
  • Visual Basic 1.0 dirilis untuk Windows pada Comdex/Windows Trade Show di Atlanta, Georgia pada Mei 1991.
  • Visual Basic 1.0 untuk DOS dirilis pada September 1992. Bahasa pemrogramannya sendiri tidak terlalu kompatibel dengan Visual Basic untuk Windows, karena sesungguhnya itu adalah versi selanjutnya dari kompiler BASIC berbasis DOS yang dikembangkan oleh Microsoft sendiri, yaitu QuickBASIC. Antarmuka dari program ini sendiri menggunakan antarmuka teks, dan memanfaatkan kode-kode ASCII tambahan untuk mensimulasikan tampilan GUI.
  • Visual Basic 2.0 dirilis pada November 1992. Lingkungan pemrogramannya lebih mudah untuk digunakan, dan kecepatannya lebih ditingkatkan.
  • Visual Basic 3.0 dirilis pada musim semi 1993 dan hadir dalam dua versi: Standar dan Professional. VB3 juga menyertakan versi 1.1 dari Microsoft Jet Database Engine yang dapat membaca dan menulis database Jet/Access 1.x.
  • Visual Basic 4.0 (Agustus 1995) adalah versi pertama yang dapat membuat program 32-bit seperti program 16-bit. VB4 juga memperkenalkan kemampuannya dalam membuat aplikasi non-GUI. Bila versi sebelumnya menggunakan kontrol VBX, sejak VB4 dirilis Visual Basic menggunakan kontrol OLE (dengan ekstensi file *.OCX), yang lebih dikenal kemudian dengan kontrol ActiveX.
  • Dengan versi 5.0 (Februari 1997), Microsoft merilis Visual Basic eksklusif untuk versi 32-bit dari Windows. Para programmer yang lebih memilih membuat kode 16-bit dapat meng-impor program yang ditulis dengan VB4 ke versi VB5, dan program-program VB5 dapat dikonversi dengan mudah ke dalam format VB4.
  • Visual Basic 6.0 (pertengahan 1998) telah diimprovisasi di beberapa bagian, termasuk kemampuan barunya, yaitu membuat aplikasi web. Meskipun kini VB6 sudah tidak didukung lagi, tetapi file runtime-nya masih didukung hingga Windows 7.

Visual Basic



Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman (COM).
Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat.
Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda.
Para programmer dapat membangun aplikasi dengan menggunakan komponen-komponen yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic Program-program yang ditulis dengan Visual Basic juga dapat menggunakan Windows API, tapi membutuhkan deklarasi fungsi luar tambahan.
Dalam pemrograman untuk bisnis, Visual Basic memiliki pangsa pasar yang sangat luas. Sebuah survey yang dilakukan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa 62% pengembang perangkat lunak dilaporkan menggunakan berbagai bentuk Visual Basic, yang diikuti oleh C++, JavaScript, C#, dan Java.